Kata Kata Galau : Rembulan Pun Bersedih

 Kata Kata Romantis Galau Yang Indah Dibalut Sedih Dlm Hati

Kata kata galau yang semakin membuncah hilang arah dan kepastian dalam hubungan dengannya. Mungkin tak ada yang kan menyangka ketika sebuah episode dalam diri manusia memunculkan ragam tawa namun sejenak kemudian menghadirkan luka yang menganga. Pun obatnya yang telah lama sirna sulit sekali untuk ditemukan dalam aral kehidupan. Banyak yang memintal asa lalu menyulam benang harapan, lantas merajut asa berdua dalam rangkaian jalan penuh kemesraan. Sebuah takdir dari Ilahi ternyata berbeda dengan apa yang ada dalam angan.

Nyanyian burung-burung di senja dan pagi seolah tak mampu obati rindu yang kian menyesak dan menyeruak tinggalkan banyak nestapa. Hilang sudah asa yang dibina selama ini. Pun tak kan ada lagi bunyi deringan ucapan selamat pagi. Yang ada hanya desiran angin menggerus dinginnya bathin. Bahwa akan ada penggantinya mungkin iya, tapi memori yang terjalin disetiap jejak jalan sulit tuk dilupakan. Selagi mentari masih setia menemani embun pagi. Nafas yang teruntai tak kan berhenti mengais cinta sejati. Meskipun pernah luka, bukan berarti raga tak lagi bisa menerima sebuah cinta.

Kata Kata Galau

Rembulan teramat gengsi mengakui kalau sinar matamu lebih pesona dari cahayanya yang bias.

Apalah senja tanpa rona jingga, apalah cinta tanpa rindu mengikutinya dan apalah aku tanpa dirimu.

Ada yang lebih gemuruh dari guruh siang ini, sesuatu yang tak kaudengar namun membisingkan; degup jantungku.

Bagaimana bisa melupakan, jika kau masih menjadi cahaya yang mengalir di mata, suara yang mengendap di telinga.

Dimention mantan setitik, rusak move on sebelanga.

Cemburu mana yang tak kupendam tiap liat kamu sama yang lain?

Lo pikir gue sisir? Lo cari pas hati lo berantakan doang. Begitu semua udah rapi, lo lupa taro di mana?!

mendapatkan kmu itu sama kaya mendapatkan gaji,ngga akan pernah cukup klo belum memiliki seluruhnya

‘aku’ hanya berharap ‘kamu’ dan aku bisa menjadi kita :’)

Mengenangmu luka, *melupakanmu sengsara dan melepasmu derita

Diliat dari konstruksinya, hatiku memang di design untuk kamu.

aku akan menunggumu disini, dengan cinta dan kasih tulus dari dalam hati

yg cinta ama kamu mungkin banyak tapi yg bisa setia ama kamu ada ga selain aku.. 🙂

cinta itu hadir karena adanya hati yg berbicara bukan hadir karena adanya keterpaksaan..

rasa cinta bisa datang secara tiba2, karena cinta itu misteri dan hanya hati yg bisa merasakannya

dimana ada kamu, disitu ada kebahagiaanku

cinta ada karena hati yg berbicara, karena cinta tanpa mengunakan hati akan sulit menemukannya..

saat semuanya tak memperdulikanmu, aku akan slalu setia disampingmu..

cintaku ditanam kejujuran yg menumbuhkan kepercayaan dan menghasilkan hubungan yg abadi 🙂

ga perlu kata cinta dari kamu,aku cuma perlu dijadikan orang
terpenting buat hidup kamu

kata orang cinta itu semu,tapi bagiku mencintaimu itu kenyataan yang indah

suatu saat nanti,jika kmu melihat aku,kmu akan tersenyum dan berkata
“Dialah orang yang selalu menyayangiku”

Berusaha melupakanmu,sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal

ada tiga hal yg kucintai di dunia ini,matahari,bulan dan kmu,bulan untuk malam,matahari untuk siang dan kmu untuk selamanya

Smua org dapat mendengar apa yang kmu ucapkan,tapi aku mendengarkan apa yang ga kmu ucapkan

aku dapat menemukanmu di tengah keramaian dg mata dan telinga tertutup.Itu karena aku mencarimu dg hatiku

wajahmu ga membuat aku takluk,begitu jg senyumanmu,kecuali ketulusanmulah yang membuat jiwaku bertekuk lutut di hatimu

Aku tahu, aku tak pantas untukmu! Namun aku akan selalu berdoa semoga Tuhan memantaskan aku untuk kamu cintai.

Aku hanya lebam yang ditinggalkan luka, pergi, dimana angin tak ingin bersemi dan meniup kuncup kuncup yang mengatup.

Puisi-puisi mengangkasa sebagai bait doa sederhana. Namamu, adalah lafadz kebaikan yang terucap dalam setiap amin dan semoga.

Tak ada yang kupinta dari jejak malam sayang. Hanya sepintal doa yang mengumandangkan kebahagianmu.

Dan akan aku pungut desah rindu di pucuk bayangan, waktu kau dan aku satu; cinta, sesaat sebelum jadi rindu.

Yang dicari ada di halaman terakhir. Sayang ketika di tengah catatan, dia berhenti membaca.

Bagian terpahit dari jarak adalah kenyataan bahwa aku tak mampu menyeka embun di kedua pelupuk matamu.

Tidak semua yang berbentuk itu bernama, tetapi yang di pukul pasti berbunyi, begitu pula jiwa.

Dirimu yang purnama samarkan bintang-bintang berjuta, tertuju padamu maka mataku tak kenal yang lain kecuali dirimu.

Awal yang indah bertemu denganmu di kesempatan kedua. Mungkin, inilah jalannya, jalan kita untuk bersama.

Jadikanlah luka sebagai sahabat. Ajaklah ia bercanda hingga tertawa dan lupa akan tugasnya–meneteskan air mata.

Pada ruang hening bernama rindu, kutunggu hadir dirimu tuk menceritakan kebahagiaan yang kau bawa dari cahaya mentari.

Akan ada waktu yang tepat untuk mengecup luka, mengucap luka ataupun melupakan kita.

Kuterbangkan rindu yang kupu-kupu. Sebentar lagi aku akan bertamu. Bertemu.

selamat pagi lelakiku, yang setia menungguku, meski waktu menamakan dirinya ‘tak tau’.

selamat pagi Tuan, terimakasih atas cinta yang tak pernah banyak bertanya, dan hati yang tak mempermasalahkan luka.

Sepagi ini masih kau satu-satunya yang ku rindu, yang ku manjakan dalam doa-doa untuk kebahagiaanmu.

Di teras pagi, seorang renta menyulam syal ungu tua; dulu, ia pernah saling cinta, sebelum lelakinya direnggut kerut usia.

Sebab pada malam yang paling kelam, aku titipkan kesedihan yang paling dalam tentang cinta yang terpaksa padam.

Matamu laut mati. Tatapku, sepi pesisir yang menunggu dijamah praduga ombak. Mengusung sampah-sampah sangsi, menuju tepi.

Selamanya engkau hanya berupa resah di kepalaku. Pikiranku saja yang terlalu menghargaimu, dengan menyebutnya rindu.

Tercatat kesedihan hati di dinding langit. yang menciptakan syair-syair kebusukan. melimpah melalui deru mobil mewah.

Coba dengarkan kembali nyanyian hati, agar dapat kita kenali lagi mimpi yang sederhana, yang sudah cukup lama terlupa.

Kereta pagi sudah berangkat. Pak masinis, pelankan laju keretamu, aku ingin melihat lambaian tangannya lebih lama.

Bisa saja, sunyi kini bersembunyi di balik bayangan pagi. Ia menunggu waktu yang tepat untuk mencegat.

Jika merpati melirikmu, coba perhatikan, mungkin ia menilai kesetiaanmu. Atau pura-pura mengenalmu.

seperti hujan yang dijatuhkan di atas lautan, air mataku tergenang di dadamu yang tenang.

Bawalah mataku dalam tidurmu, aku ingin tahu, apa ada aku dalam mimpimu.

Perlu mencipta semesta lain untuk menyembunyikan ikatan kita dari pisah yang tiba-tiba.

Jika merasa tiada guna cahaya matamu, datanglah ke sini. Aku punya gelap untuk kau terangi.

Cintalah yang mengajariku tabah, setelah segala yang diusahakan hanya berujung pada lelah.

Aku, mawar merah
berkelana layu, kini
tergeletak gugur dihujani rindu, jatuh sendirian; tak ada yang menepikan.

Aku mau sekukuh rambutmu, ibu. Seribu patah tercerabut, seribu ganti tanpa mengaduh. Seperti cintamu yang selalu tumbuh.

Ibu adalah kasih yang tak terhingga, penghantar air mata kebahagiaan dan penuntun jalan menuju surga-Nya.

Ibu, ternyata rindu itu berwarna bening. Ketika apa yang kusebut doa, menetes di atas makammu sebagai air mata.

Kau kabur, dan aku hancur. Impian kita berhambur, terkubur bersama kenangan yang bilur.

Saat hujan. Aku setia menunggu reda. Hingga aku bisa, merasakan indah pelangi. Bersama dirimu, yang aku cintai.

Anganku patah, inginku kalah. Saat takdir begitu cepat menghadiahkan pisah, tak ada apa yang bisa kulakukan, hanya tabah.

Entah hatiku yang terlalu rapat atau kamu yang hebat. Semua tentang kamu, masih memeluk mimpiku erat.

Ada pelukan tabah dari embun kepada daun, bagai cinta sejati yang tak pernah mencurigai, kemana matahari meresapnya pergi.

Bagaimana aku berhenti menulis, tinta yang mengalir dalam darahku, mengusung huruf-huruf namamu.

elegi di pertengahan malam; rindu, sepi, keheningan. pekat kesunyian yang diciptakan kepergian. pada masa setelah kehilangan.

pindahkan sepi di dadamu, biar aku yang menanggung itu, asal hatimu tak kulihat layu, dan wajahmu tak selalu murung.

tiap nafas yang kuhela bersama bayangmu, sungguh jantungku tak berdentum senormalnya,
mungkin aku terlalu menggila.

Turut berduka cita; aku dikebumikan rindu dengan paksa, bernisan harapan tak bertuan, bermakam gundah gelisah yang menyerah.

Rindu kadang tak adil bagi kita yang tertuduh. Sementara si penuduh kadang tak mengerti apa itu rindu.

Untuk setiap kesetiaan yang dijaga rapat-rapat, semoga dimuliakan cinta dengan sangat.

Rela selalu kutelantarkan hati dan ambisi ambisiku. Demi menerbitkan senyuman yang kukagumi dari wajahmu.

bangunkan, bila aku terlalu lelap dalam harapan. sadarkan, bila asa untuk memilikimu utuh adalah jauh dari kenyataan.

setelah kota ini, puan, kesedihan adalah apa yang tak pernah diciptakan tuhan, sebab dirimu; ibu dari segala kebahagiaan.

Diamlah wahai nada, aku ingin sendiri memahami kelana, akan semerbak harum rindu, teringat akan senandung kenangan dulu.

Kau berpayung, tetapi masih basah. Mungkin sedihmu berlindung pada orang yang salah.

Senja di sini melunasi mendung di hari yang sudah-sudah, yang indahnya takkan terbayar oleh rupiah.

kesepianku membicarakanmu di belakang. pada perbincangan sunyi bersama tuhan. melalui khusyuk sujud sepertiga malam.

Andai pun kau berupa khayal, ku-akan mengenangmu selama hayat, sampai kemudian tubuhku tinggal riwayat.

Aku bukan seorang romantis , aku hanya berusaha jadi puitis tuk jauhkan pipimu dari air mata tangis.

Biarkan langit menurunkan hujannya. Selama rintiknya bukan dari matamu, aku cukup tenang.

Jika kita bukan sepasang kekasih yang ditakdirkan, apakah kita hanya sebentuk kenangan yang di hadirkan.

Raihlah getar getar bahagia sebelum kau terlelap, sematkan selalu namaku di dalamnya. Hingga pagi menyapa dengan indahnya.

Rembulan teramat gengsi mengakui kalau sinar matamu lebih pesona dari cahayanya yang bias.

 

Baca Juga :

Kata Kata Romantis : Hati Yang Tak Mungkin Terbagi

Kata Kata Mutiara : Indahnya Pawana Di Langit Jingga

Telah diujarkan dengan panah terbaik dalam lingkup nuansa galau para anak muda. Sekian yang telah kami ucapkan. Kiranya mampu menjadi bahan perbincangan yang hangat dalam sanubari para pendamba cinta hakiki.

Related Posts